Senin, 14 Mei 2018

asuhan kebidanan keluarga dan SAP SADARI


                                                                                          II.            ANALISA DATA

A.    Penjajakan Tahap I
Sesuai dengan data yang ada waktu penyajian terdapat beberapa masalah
kesehatan yaitu :
1.     Ancaman kesehatan
a.       Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
2.    Kurang atau tidak sehat
Tidak ada
3.   Krisis
     Tidak ada 
                     II.          Penjajakan Tahap II
1.      Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

           III.             PERUMUSAN MASALAH
 
  1. .      Ketidaktahuan ibu tentang pengetahuan mengenai SADARI
NO
DATA
MASALAH /DIAGNOSA
1.       
Ds : ibu mengatakan tidak tahu mengenai SADARI.



Do : seorang Ny.D Umur 38  tahun tidak bisa melakukan sadari.
Masalah kesehatan : kurangnya  ibu tentang pengetahuan mengenai SADARI.

Diagnosa :
ketidaktahuan ibu tentang pengetahuan mengenai SADARI



2. Ketidaktahuan ibu mengenai penyakit TBC

NO
DATA
MASALAH /DIAGNOSA
1.
Ds : ibu mengatakan tidak tahu mengenai penyakit TBC.


 Do : seorang Ny.D Umur 38 tahun tampak bingung ketika ditanya tentang TBC .
Masalah kesehatan : kurangnya  ibu tentang pengetahuan mengenai penyakit TBC.

Diagnosa :
ketidaktahuan ibu tentang pengetahuan mengenai penyakit TBC.
      











3.  Ketidaktahuan ibu mengenai penyakit HIV.
NO
DATA
MASALAH /DIAGNOSA
1.
Ds : ibu mengatakan tidak tahu mengenai penyakit HIV.


 Do : seorang Ny.D Umur 38 tahun tampak bingung ketika ditanya tentang HIV.
Masalah kesehatan : kurangnya  ibu tentang pengetahuan mengenai penyakit HIV.

Diagnosa :
ketidaktahuan ibu tentang pengetahuan mengenai penyakit HIV.

     


                                                                                                                           
 IV.            PRIORITAS MASALAH

  1.    Ketidaktahuan ibu terhadap pengetahuan mengenai SADARI
No
Kriteria
Perhitungan
Score
Bobot
1.
Sifat Masalah
Skala :3 2/3
Ancaman kesehatan
Tidak/kurang sehat
Krisis
2/3x1

2
3
1
2/3
1
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
Skala :
Dengan mudah
Hanya sebagian
Tidak dapat
2/2x2


2
1
0
2
2
3.
Potensi masalah untuk dicegah
Skala :
Tinggi
Cukup
Rendah



3
2
1
1
1
4.
Menonjol Masalah
Skala :
Masalah berat harus segera ditangani
Ada masalah tetapi tidak perlu segera ditangani
Masalah tidak dirasakan


2

1

0
0
1

             2.      Ketidaktahuan ibu tentang TBC
No
Kriteria
Perhitungan
Score
Bobot
1.
Sifat masalah
Skala : 2 1/3
Ancaman kesehatan
Tidak/kurang sehat
Krisis
2/3x1

2
3
1
2/3
1
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
Skala :
Dengan mudah
Hanya sebagian
Tidak dapat
1/2x2


2
1
0
1
2
3.
Potensi masalah untuk dicegah
Skala :
Tinggi
Cukup
Rendah
2/3x1


3
2
1
2/3
1
4.
Menonjol masalah
Skala :
Masalah berat harus segera ditangani
Ada masalah tetapi tidak perlu segera ditangani
Masalah tidak dirasakan
0/2x1

2

1

0
0
1

           3.      Ketidaktahuan ibu tentang HIV AIDS
No
Kriteria
Perhitungan
Score
Bobot
1.
Sifat masalah
Skala : 2 1/3
Ancaman kesehatan
Tidak/kurang sehat
Krisis
2/3x1

2
3
1
2/3
1
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
Skala :
Dengan mudah
Hanya sebagian
Tidak dapat
1/2x2

2
1
0
1
2
3.
Potensi masalah untuk dicegah
Skala :
Tinggi
Cukup
Rendah
2/3x1


3
2
1
2/3
1
4.
Menonjol masalah
Skala :
Masalah berat harus segera ditangani
Ada masalah tetapi tidak perlu segera ditangani
Masalah tidak dirasakan
0/2x1

2

1

0
0




                                                                                                                                        
     V.            PERENCANAAN

NO
MASALAH
DIAGNOSA
TUJUAN
TINDAKAN
1.










Ketidaktahuan ibu tentang SADARI.










.

ketidaktahuan ibu tentang pengetahuan mengenai SADARI.














Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan ibu mampu melakukan sadari secara rutin dirumah.
Tujuan Khusus:
Memberitahu ibu tentang pentingnya melakukan sadari dan tata cara melakukannya.
1.      Diskusikan dengan ibu tentang SADARI.
2.      Berikan penyuluhan pada ibu tentang SADARI.
3.      Beri motivasi ibu untuk selalu melakukan SADARI.



                                                                 
   VI.               PELAKSANAAN DAN EVALUASI

NO
DIAGNOSA
KEBIDANAN
TANGGAL
PELAKSANAAN
EVALUASI
1.
seorang Ny.D  Umur 38 tahun tidak bisa melakukan sadari.
7 Februari 2018
Jam : 13.30 WIB
1.      Memberikan konseling tentang SADARI yaitu pengembangan kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri.Tindakan ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara (Wenny, 2011).
2.      Tujuan SADARI dilakukannya SADARI adalah sebagai skrining kanker payudara yaitu untuk deteksi dini. Wanita yang  melakukan  SADARI  menunjukkan  tumor  yang lebih kecil dan  masih  pada stadium  awal, hal  ini  memberikan  prognosis  yang baik. Para peneliti telah menunjukkan bahwa angka harapan hidup berhubungan langsung dengan stadium penyakit saat didiagnosis.
3.      Manfaat  SADARI adalah untuk  mendeteksi  sedini  mungkin    adanya   kelainan pada  payudara  karena   kanker  payudara   pada  hakikatnya   dapat diketahui secara dini oleh para wanita  usia   subur.
4.      Tanda dan gejala kanker payudara antara lain:
a.       Adanya benjolan di payudara.
b.      Adanya borok atau luka yang tidak sembuh.
c.      Keluar cairan yang tidak normal dari  puting  susu,cairan  dapat  berupa nanah,darah, cairan encer  atau keluar air susu  pada  wanita yang tidak hamil dan menyusui.
d.        Perubahan bentuk dan besarnya payudara.
e.         Kulit puting susu dan areola melekuk kedalam atau berkerut.
f.       Nyeri pada payudara.
5.      Memberitahu ibu tentang pelaksanaan SADARI.
Subjektif :
ibu mengatakan mengerti dan paham tentang SADARI.
Objektif :
-Ibu tampak antusias dalam penyuluhan.
-Ibu aktif bertanya.
Assesment :
Masalah teratasi.

Lampiran 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
Judul                       : SADARI
Pokok Bahasan         :  
a.       Pengertian SADARI
b.      Tujuan SADARI.
c.        Manfaat SADARI.
d.       Tanda dan gejala kanker payudara
e.        Pelaksanaan SADARI.
Hari/Tanggal             : Rabu, 7  Februari 2018
Waktu                        : 10 menit
Tempat                       : Rumah kelurga Ny.D
Sasaran                      : Ny.D

A.    TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan selama 10 menit, diharapkan Ny.D mampu memahami dan mengerti tentang SADARI.
B.     TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan selama 10 menit, peserta dapat mengetahui tentang:

A.    Pengertian SADARI
B.     Tujuan SADARI
C.     Manfaat SADARI
D.    Tanda dan gejala kanker payudara
E.     Pelaksanaan SADARI
C.    MATERI PELAJARAN
1.    Pengertian SADARI
2.    Tujuan SADARI
 3.    Manfaat SADARI
4.    Tanda dan gejala kanker payudara
5.    Pelaksanaan SADARI
D.    METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab.
E.     MEDIA
  Leaflet
F.     EVALUASI
            Di harapkan Ny.D mampu:
1.   Menjelaskan tentang pengertian SADARI
2.   Menjelaskan Tujuan SADARI
3.   Menejelaskan Manfaat SADARI
4.   Menjelaskan tanda dan gejala kanker payudara
5.   Menjelaskan pelaksanaan SADARI.

G.    KEGIATAN PENYULUHAN
No
Tahap/Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan
sasaran
1.
Pembukaan :
5 menit
1.      Memberi salam pembuka
2.      Memperkenalkan diri
3.      Menjelaskan pokok bahasan dan   tujuan  penyuluhan
4.      Membagi  leaflet.
Menjawab salam
Memperhatikan

Memperhatikan
2.
Pelaksanaan :
5 menit
1.      Menjelaskan Pengertian SADARI
2.      Menjelaskan Tujuan SADARI
3.      Menjelaskan Manfaat SADARI
4.      Menjelaskan Tanda dan gejala kanker payudara
5.      Menjelaskan Pelaksanaan SADARI.
Memperhatikan

Memperhatikan
Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

3.
Penutup
5 menit
1.      Melakukan evaluasi Menanyakan kembali pada Ny.D  tentang materi yang telah diberikan.
2.      Mengakhiri pertmuan dan mengucapkan terimakasih
3.      Mengucapkan salam
Menjawab pertanyaan


Mendengarkan

Menjawab salam


“SADARI”

A.           PENGERTIAN SADARI
SADARI adalah pengembangan kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri.Tindakan ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara (Wenny, 2011).
B.            TUJUAN DARI PEMERIKSAAN SADARI
 Tujuan dilakukannya SADARI adalah sebagai skrining kanker payudara yaitu untuk deteksi dini. Wanita yang  melakukan  SADARI  menunjukkan  tumor  yang lebih kecil dan  masih  pada stadium  awal, hal  ini  memberikan  prognosis  yang baik. Para peneliti telah menunjukkan bahwa angka harapan hidup berhubungan langsung dengan stadium penyakit saat didiagnosis.
American  Cancer  Sosiety (ACS)  telah  menetapkan  petunjuk  penapisan untuk wanita tanpa gejala yang meliputi tiga metode deteksi dini salah satunya adalah SADARI, sebagai berikut:
1.      SADARI  harus dilakukan setiap bulan oleh semua wanita  berusia  mulai dari 20 tahun.
2.      Pemeriksaan payudara klinis oleh profesional kesehatan, harus dilakukan setiap 3 tahun untuk wanita  usia  20-40  tahun  dan  setiap  tahun  untuk wanita diatas 40 tahun.
3.      Mammografi harus dimulai usia 40 tahun. Penapisan  mammografi  rutin harus dilakukan setiap  1-2 tahun  sekali  untuk  wanita  usia 40-49 tahun dan setiap tahun untuk wanita usia 50 tahun ke atas.
C.      MANFAAT DARI SADARI
 Manfaat  SADARI adalah untuk  mendeteksi  sedini  mungkin    adanya   kelainan pada  payudara  karena   kanker  payudara   pada  hakikatnya   dapat diketahui secara dini oleh para wanita  usia   subur. Setiap  wanit  mempunyai bentuk dan ukuran  payudara yangberbeda, bila   wanita memeriksa payudara sendiri  secara  teratur,  setiap  bulan  setelah  haid, wanita  dapat  merasakan bagaimana  payudara  wanita yang normal. Bila  ada  perubahan  tentu wanita dapat mengetahuinya dengan mudah.
Hampir setiap kanker payudara ditemukan pertama kali oleh penderita sendiri  dari pada oleh  dokter. Karena   itu, wanita   harus  mewaspadai  setiap perubahan   yang   terjadi   pada  payudara.   Untuk  mengetahui   perubahan-perubahan tersebut dilakukan  pemeriksaan  sederhana yang  disebut  SADARI.
SADARI sebaiknya dilakukan setiap bulan secara teratur. Cara ini sangat efektif   di  Indonesia  karena  tidak  semua  rumah  sakit  menyediakan  fasilitas pemeriksaan memadai. Kebiasaan ini kita  untuk  menemukan perubahan pada payudara dari bulan ke bulan. Pemeriksaan optimum dilakukan pada sekitar7-14 hari setelah awal siklus menstruasi karena pada masa itu retensi cairan minimal dan payudara dalam keadaan lembut dan tidak membengkak  sehingga jika ada pembengkakan  akan lebih   mudah  ditemukan.  Jika  sudah  menopause  maka pilihlah  satu   hari     tertentu ,   misalnya   hari   pertama   untuk   mengingatkan melakukan SADARI setiap bulan.
D.       TANDA DAN GEJALA KANKER PAYUDARA
Tanda dan gejala kanker payudara biasanya pada tahap awal tidak  terdapat tanda dan gejala yang  khas.Tanda  dan gejala  dapat  terlihat  pada tahap  lanjut antara lain:
1.      Adanya benjolan di payudara.
2.      Adanya borok atau luka yang tidak sembuh
3.      Keluar cairan yang tidak normal dari  puting  susu,cairan  dapat  berupa nanah,darah, cairan encer  atau keluar air susu  pada  wanita yang tidak hamil dan menyusui
4.      Perubahan bentuk dan besarnya payudara
5.      Kulit puting susu dan areola melekuk kedalam atau berkerut.
6.      Nyeri pada payudara
F.     PELAKSANAAN SADARI
Pencegahannya dapat dicegah lebih dini agar keberhasilan terapi jauh lebih besar dengan cara melakukan SADARI. Berikut adalah cara SADARI (Suryati 2011 ):
Langkah 1: Anjurkan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir dengan metode tujuh langkah.Persilahkan ibu menanggalkan seluruh pakaian bagian atas.Mengatur posisi ibu dengan berdiri didepan cermin dengan dada terbuka bahu tegak dengan kedua tangan tergantung lepas.Perhatikan dengan teliti kedua payudara,apakah bentuk kedua payudara bagian kanan dan kiri simetris,apakah bentuknya membesar atau mengeras,apakah arah putingnya lurus kedepan atau berubah arah,apakah putingnya tertarik kedalam, apakah kulitnya nampak kemerahan/kebiruan/ kehitaman, apakah permukaan kulitnya menebal seperti kulit jeruk.jika ditemukan hal-hal seperti diatas,berarti itu tanda abnormal /Tidak normal
Langkah 2:  Menganjurkan ibu untuk mengangkat kedua lengan lurus keatas dan perhatikan apakah ada tarikan pada kulit atau tidak (Lihat payudara dari berbagai sudut),Setelah selesai,ulangi pengamatan dengan meletakkan kedua tangan didepan perut (perhatikan adanya perubahan seperti benjolan yang lebih jelas pada payudara kulit dan puting secara keseluruhan).
Langkah 3:  Selanjutnya, letakkan tangan dipinggang,dada dibusungkan, kedua siku ditarik kebelakang lakukakan pengamatan ulang. Dengan keadaan dua siku mengarah kesamping, tekanlah telapak tangan yang satu kuat- kuat pada yang lain. Cara ini akan mengangkat otot-otot dada, dimana dengan cara ini akan lebih mudah melihat perubahan-perubahan seperti cekungan dan benjolan akan terlihat kelihatan.
Langkah 4: Palpasi puting susu dengan menggunakan kedua tangan saling bergantian. Pencet dan urutlah pelan-pelan daerah disekitar puting sampai kearah ujung puting dan amatilah apakah keluar cairan yang tidak normal seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur dengan darah seperti nanah.Pada wanita menyusui,bedakan dengan ASI.
Langkah 5:  Posisi tidur. Anjurkan ibu untuk berbaring diatas tempat tidur untuk untuk memeriksa payudara satu demi satu. Untuk memeriksa payudara sebelah kiri letakkan sebuah bantal tipis dibawah bahu kiri sedang lengan kiri direntangkan keatas disamping kepala atau diletakan dibawah kepala, Periksa payudara kiri dengan menggunakan tangan kanan kemudian payudara kanan dengan tangan kiri.
Langkah 6:  Meraba payudara. Gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan untuk meraba. Melakukan pemeriksaan berupa penekanan yang lembut pada payudara dengan gerakan memutar mulai dari tepi putting susu bagian dalam, lalu melingkar kearah luar sampai semua payudara terperiksa dengan arah searah putaran jarum jam. Kemudian lakukan pemeriksaan ketiak sebelah kanan dengan penekanan yang lembut, apakah ada benjolan atau tidak.



SUMBER :
Dianada, R.2009. Panduan Lengkap Mengenal Kanker,Jogjakarta: Mirza Media Pustaka.
Varney, Hellen.2007, Buku Ajar Asuhan Kebianan Edisi 4,Jakarta : EGC