Senin, 13 Juni 2016

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM “PROSES STERILISASI, DAN PENGECATAN PREPARAT”


                                I.            TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari :
1.      Agar mahasiswa dapat mengetahui alat dan bahan sterilisasi beserta fungsinya.
2.      Agar mahasiswa dapat mengetahui cara pengecatan preparat alat dan bahan dalam melakukan praktikum.

                              II.            ALAT DAN BAHAN
1.      Alat Sterilisasi dan fungsinya
·         Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang tersedia memungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali.
·         Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121ºC (250ºF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121ºC.
·         Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70ºC.
·         Oven  
Oven adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan menggunakan udara kering. Alat sterilisasi ini dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti erlenmeyer, petrdisk (cawan petri), tabung reaksi dan gelas lainnya.
·          Waterbart
Waterbart adalah alat yang fungsi utamanya adalah untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk ikunbasi pada analisis mikrobiologi. Alat ini berfungsi sebagai pemanas sekaligus penghomogenan suatu larutan, dan berfungsi menjaga kestabilan suatu bahan pada suhu tertentu yang dapat menyebabkan kondisi suatu bahan lebih okomodatif.

·         Spectofotometer
Spectofotometer adalah alat untuk menggunakan absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang. Alat ini berfungsi untuk mengukur kadar gula darah.
·         Centruge
Centruge adalah alat untuk memutar sampel pada kecepatan tinggi. Pemakaian centruge yang paling sering adalah untuk pemisahan komponen sel darah dari cairannya sehingga cairannya bisa dipakai untuk pemeriksaan.


2.      Alat Pengecatan gram
Pengertian pengecatan gram : adalah tata cara laboratorium untuk mengindentifikasi kuman melalui pengecatan Gram.
Tujuan : Diagnosis
Sampel : telapak tangan

1.      Alat dan bahan :
1.       Lampu spiritus
2.      Pipet Pasteur
3.      Obyek Glass
4.      Jembatan pengecatan
5.      Ose
6.      Kaca obyek
7.      Minyak inersi
8.      Cawan petri
9.      Larutan Gram A (Carbol Gentian Violet)
10.   Larutan Gram B (lugol)
11.  Larutan gram C (Alkohol 96%)
12.  Larutan Gram D ( Solution fuchsin 1%)
13.  Torak pengecatan
14.  Aquades
15.   Mikroskop

v  Cat-cat yang digunakan :

1.       Larutan Gram A (Carbol Gentian Violet) :
a. Gentian Violet 1 gr
b. Alkohol 96% 10 ml
c. Phenol Kristal 1 gr
d. Aquadest 90 ml

2.       Larutan Gram B (lugol)
a. Yodium 1 gr
b. Kalium Yodida 2 gr
c. Aquadest 300 ml

3.       Larutan gram C (Alkohol 96%)

4.       Larutan Gram D ( Solution fuchsin 1%)
a. Basic Fuchsin 1 gr
b. Aquadest 100 ml

                            III.            Cara kerja pengecatan preparat :

a.      Sebelum melakukan percobaan, kita harus memakai sarung tangan terlebih dahulu
b.       Mempersiapkan alat-alat yang akan diperlukan untuk melakukan percobaan
c.       Mempersiapkan ose untuk mengambil sampel pada tangan klien
d.      Sebelum mengambil sampel, ose terlebih dahulu di sterilisasikan, dengan cara ose di panaskan sampai memancarkan sinar panas pada ose tersebut
e.      Lalu setelah itu ose di diamkan sampai dingin, dan setelah ose dingin lalu dilakukan pengambilan sampel pada tangan klien yaitu, di telapak tangan, sela-sela tangan, dan di punggung tangan.
f.        Setelah itu selesai, lalu mengambil kaca obyek untuk melakukan percobaan dari hasil pengambilan sampel pada klien, dengan cara di gosok-gosok ose pada kaca obyek.

g.       Melakukan pengecatan :
1.      Meletakan preparat diatas jembatan pengecatan dan di beri sampel
2.      Menuangi preparat dengan larutan Gram A selama 3 menit
3.       Mencuci preparat dengan air bersih sebentar, lalu menuanginya dengan larutan Gram B selama 1 menit
4.       Mencuci preparat dengan air bersih sebentar, lalu menuanginya dengan larutan Gram C selama 1 menit
5.       Mencuci preparat deangan air bersih sebentar, lalu menuanginya dengan larutan Gram D selama 2 menit
6.       Mencuci preparat dengan air bersih lalu membiarkan mengering di udara
7.      Mengamati preparat dibawah mikroskop dengan perbesaran kuat untuk mencari adanya bakteri gram ( + ) berwarna ungu dan Gram ( - ) berwarna merah .


                            IV.            Kesimpulan
Dari hasil percobaan tersebut dapat di simpulkan bahwa, Sterilisasi bertujuan untuk membebaskan suatu alat dan bahan  dari segala macam bentuk kehidupan terutama mikroorganisme yang tidak diiginkan. Praktikum harus dilakukan secara aseptis untuk menghindari terkontaminasinya mikroorganisme yang tidak diinginkan baik itu pada alat-alat praktikum, maupun pada anggota tubuh yang melakukan percobaan tersebut.
Teknik yang digunakan dalam pembuatan preparat ada berbagai macam tergantung pada penelitian yang dibutuhkan, Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop, memperjelas bentuk dan ukuran bakteri seperti dinding sel dan vakuol, menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas dari pada bakteri dengan zat warna serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya.

Pewarnaan gram atau bertingkat menghasilkan dua kelompok besar bakteri, yaitu gram positif yang berwarna ungu dan gram negative yang berwarna merah. Adanya gram positif dan gram negative disebabkan oleh perbedaan pandangan dinding sel bakteri. Kandungan senyawa peptidoglikan pada dinding sel gram positif lebih tebal dibandingkan pada dinding gram negative.