Rabu, 08 Juni 2016

Penerapan Teori "ELA JOY LEHRMAN" Dalam Praktek Kebidanan


  • Teori Ela Joy Lehrman

Telah dilakukan banyak penelitian untuk mempelajari isi dan proses dari pemeriksaan antenatal. Robin dan Robinson 1985 mempelajari peran bidan dalam memberi informasi yang komperehensif dan memberikan nasehat dalam pelayanan kebidanan,seperti waktu pemeriksaan perut dan memberikan nasehat tentang laktasi dan asuhan kesehatan selama kehamilan. Mereka mempelajari sejauh mana bidan mampu menunjukkan perannya dalam semua aspek dari perannya member asuhan ibu bersalin. Macintyre (1980) dalam observasinya menemukan perbedaan antara rhetoric resmi antara nilai asuhan antenatal dan corak asuhan yang impersonal yang dialami seorang ibu di klinik spesialis. Lehrman mengidentifikasikan konsep yang menggaris bawahi asuhan antenatal yang diberikan.
Di Inggris dan tempat lain,dilakukan sejumalah penelitian terhadap kehamilan dan perawatan antenatal (Field,1990). Robinson dkk., (1983 dan 1985) dalam teorinya tentang kebidanan mengemumukan secara komperehensif ilmu pengobatan dan pekerjaan seorang bidan,seperti pemeriksaan perut,cara menyusui yang benar,serta perawatan kesehatan selama masa kehamilan.
Dalam pembelajaran ilmu kebidanan diperlukan demonstrasi supaya mahasiswa bias melakukan praktik/latihan tentang perawatan pada wanita usia subur dan membedakannya dengan nilai-nilai dari perawatan antenatal itu sendiri ditinjau dari segi sesialisasi obstetric. Hubungan antara factor resiko, efektivitas perawatan atenatal,dan factor psikis ibu hamil memegang peranan penting pada pola perawatan antenatal.
Dalam Model Haywards (1975), dijelaskan hubungan antara informasi,kecemasan,dannyeri. Untuk memahami konsep ini,Haywards telah mengidentifikasi beberapa indicator dengan langkah-langkah penggunaan analgesic dan skala tingkat nyeri yang dialami seorang individu. Robinsondkk.,(1983) melakukan penelitian pada beberapa klien dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bias memberikan informasi tentang tanggung jawab seorang bidan. Tipe informasi kuantitatif ini merupakan cara yang paling tepat untuk memonitor perkembangan kemampuan seorang Bidan.

 Tapi walaupun demikian,kemampuan tersebut harus dapat dituangkan kedalam praktik. Konsep yang digaris bawahi oleh Lehrman (1981) dan Morton dkk (1919) merupakan hasil penelitian.  Jika konsep kebidanan tersebut sudah dimengerti maka langsung bias diinformasikan pada saat belajar seperti yang telah dilakukan oleh Robinson dkk (1983) serta sangat memungkinkan untuk menjelaskan perbedaan secara kualitatif antara pengalaman seorang ibu dan konsep-konsep keperawatan yang diterapkan oleh seorang bidan dalam pekerjaannya.
Lherman mempelajari pelayanan yang diberikan oleh Bidan di klinik yang dipimpin oleh Bidan di Amerika. Lherman dan Morton berusaha mencari jawaban atas pertanyaan :
·       apa yang membuat asuhan kebidanan itu penting?
·        Komponen asuhan prenatal apa saja yang diberikan Bidan?

  • Lherman menemukan adanya delapan konsep dari falsafah yang menggaris bawahi pelayanan antenatal yang diberikan oleh Bidan di Amerika,yaitu :

1.     Asuhan yang berkesinambungan (Continuity care) 
2.     Asuhan yang berpusat pada keluarga (family centered care) 
3.     Penyuluhan dan konseling sebagai bagian dari asuhan
4.     Asuhan yang bersifat non-intervensi 
5.     Fleksibel atau Keluwesan dalam memberikan asuhan 
6.     Asuhan yang partisipatif.  
7 Pembelaan atau advokasi konsumen. 
8.     Waktu

·       Asuhan yang berkesinambungan
Yaitu asuhan yang diberikan seorang bidan terhadap klien / pasien mulai dari prakonsepsi, masa kehamilan, nifas dan KB. Asuhan berkesinambungan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara mandiri,kolaborasi atau rujukan.
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan,yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga,sesuai dengan kewenangan dalam rangka tercapainya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

  
  •   Sasaran pelayanan kebidanan adalah individu,keluarga dam masyarakat yang meliputi upaya peningkatan,pencegahan,penyembuhan dan pemulihan pelayanan kebidanan dapat dibedakan menjadi:
1.     Layanan Primer ialah layanan bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan. 
2.  Layanan Kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya   dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan. 
3.     Layanan Rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke system layanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan dalam menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan,juga layanan yang dilakukan oleh bidan ke tempat atau fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horizontal maupun vertical atau meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu serta bayinya.

  • ·       Keluarga Sebagai Pusat Asuhan
Dalam paradigma asuhan kebidanan keluarga merupakan lingkungan psikososial,dimana keluarga dapat menunjang kehidupan sehari-hari dan memberikan dukungan emosional kepada seorang Ibu sepanjang siklus hidupnya yang tentunya akan mempengaruhi keadaan kehamilannya terhadap seorang ibu hamil dan janinnya.
·        
  • AsuhanPartisipasi
Bidan dapat melibatkan klien dalam pengkajian,evaluasi dan perencanaan pasien. Klien ikut bertanggung jawab atau ambil bagian dalam pelayanan antenatal. Dalam pemeriksaan fisik,misalnya palpasi pada tempat tertentu atau ikut mendengar denyut jantung.
Asuhan yang partisipatif dibahasakan sebagai pilihan dan control dari siwanita yang dilayani (Choise and kontro; on the part of the woman). Hal ini dimaksud sebagai pengkajian dan merencanakan program asuhan yang dilakukan bersama sipenerima dan sipemberi asuhan. Morten dkk (1991) mengidentifikasikan 3 komponen tambahan disamping ke 8 konsep yang dikemukakan oleh Lherman.

Ke-3 komponen tambahan yang dimaksud yaitu :
  • TeknikTerapeutik
Teknik terapeutik dijelaskan sebagai proses komunikasi yang menguntungkan atau mendorong pertumbuhan dan penyembuhan. Hal ini diukur dengan indicator : mendengarkan secara aktif, penyelidikan atau mengakaji,klarifikasi,humor,sikap tidak menghakimi,mendorong,mempermudah dan memberikan izin.


  •   Pemberdayaan (Enpowerment)
Pemberdayaan adalah suatu proses memberi power kekuatan dan penguatan. Bidan melalui penampilan dan pendekatan akan meningkatkan energy dan sumber dari dalam diri klien. Indikatornya antara lain : Penguatan /penegasan (affirmation),memvalidasi,menyakinkan kembali,dukungan (support).
3.     Hubungan dengan sesama (Lateral Relationship )
Bidan menjalin hubungan yang baik dengan klien,bersikap terbuka (self of openness),saling menghargai (mutual regards) sejalan dengan klien persamaan posisi sehingga mendorong rasa kebersamaan antar bidan dan klien sehingga Nampak akrab.


Misalnya ; Sikap empati atau sebagai pengalaman / perasaan.
Hubungan lateral diartikan sebagai : bidan meningkatkan interaksi yang mempunyai ciri keterbukaan (self of openness),saling menghargai ( mutual regard), persamaan posisi sehingga mendorong rasa kebersamaan diantara bidan dan klien, indicator hubungan lateral adalah : kesejajaran,empati,berbagai pengalaman/perasaan.
Lehrman dan Morten et al memberikan suatu model praktik kebidanan secara jelas menunjukkan era praktik kebidanan.