Rabu, 08 Juni 2016

RESUME “ DETEKSI DINI DAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN LANJUT” (KEBIDANAN)




A.    Pengertian Deteksi Dini dan Tanda Bahaya Kehamilan
Deteksi dini resiko kehamilan adalah usaha menemukan seawal mungkin adanya kelainan, komplikasi dan penyulit kehamilan serta menyiapkan ibu untuk persalinan normal.
Deteksi dini dalam pelayanan  antenatal adalah mengarah  pada  penemuan ibu hamil beresiko agar dapat ditangani secara memadai sehingga kesakitan atau kematian dapat dicegah. Untuk pengenalan tanda-tanda kehamilan yang memiliki tanda bahaya dan komplikasi kehamilan banyak poster -poster dan leaflet disebarkan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu hamil yang berkunjung dalam pelayanan antenatal maupun pada kegiatan  kunjungan  rumah dalam pemantauan kesehatan masyarakat. Selain itu digunakan juga suatu alat bantu yang lebih memungkinkan dilibatkannya ibu hamil untuk secara aktif mengamati sendiri kehamilannya. Alat bantu tersebut juga bermanfaat bagi petugas kesehatan dalam mengidentifikasi  faktor resiko dan komplikasi kehamilan sehingga dapat memberikan informasi dan saran yang tepat. Alat bantu tersebut dikenal dengan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Tanda bahaya kehamilan  adalah tanda-tanda  yang  mengindikasikan adanya  bahaya  yang  dapat  terjadi selama  kehamilan  atau  periode antenatal,  yang  apabila  tidak dilaporkan  atau  tidak  terdeteksi  bisa menyebabkan kematian ibu.

B.     Tanda-Tanda Dini Bahaya/ Komplikasi Ibu Dan Janin Masa Kehamilan Lanjut
Komplikasi pada ibu dan janin masa kehamilan lanjut :
a.       Perdarahan pervaginam
b.      Sakit kepala yang hebat
c.       Penglihatan kabur
d.      Bengkak diwajah dan jari-jari tangan
e.       Keluar cairan pervaginam
f.       Sakit kepala yang hebat
g.      Gerakan janin tidak terasa
h.      Nyeri perut yang hebat



TANDA BAHAYA

PENGERTIAN

PENGUMPULAN DATA
Perdarahan pervaginam
Perdarahan    pervagianam selam hamil jarang yang normal. Perdarahan pada awal 
kehamilan mungkin karena implantasi atau tanda serviks yang rapuh (erosi).

1.      Perdarahan pada  awal kehamilan,yaitu perdarahan dengan warna darah merah, perdarahan banyak dan disertai nyeri. Dapat terjadi abortus, kehamilan ektopik terganggu, mola hidatidosa.
2.      Pada kehamilan lanjut, yaitu perdarahan dengan warna merah, banyak, kadang-kadang, dengan atau tanpa nyeri. Hal ini bisa merupakan plasenta previa, solusio plasenta.
       1.      Tanyakan pada ibu tentang karakteristik perdarahan, kapan mulai, seberapa banyak, apa warnanya, adakah gumpalan.
      2.      Tanyakan pada ibu apakah dia merasakan nyeri/sakit ketika mengalami perdarahan tersebut.
      3.       Periksa tekanan darah,suhu,nadi, dan DJJ.
      4.      Lakukan pemeriksaan eksternal, rasakan apakah perut bagian bawah lembut pada perabaan, lakukan pemeriksaan spekulum.
      5.      Jangan lakukan pemeriksaan dalam untuk perdarahan trimester III
Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan dan mungkin merupakan ketidaknyaman.
1.      Normal apabila sakit kepala hilang dengan beristirahat.
2.      Tidak normal apabila sakit kepala hebat yang meneta dan tidak hilang dengan beristirahat, penghilihatan kabur, berbayang. Sakit kepala ini dapat merupakan pre-eklampsia.
1.      Tanyakan pada ibu jika ia mengalami edema pada muka/tangan atau masalahvisual.
2.       Periksa tekanan darah, protein urine, refleks, dan edema/bengkak periksa suhu apabila tinggi segera lakukan px.
3.      Lab darah untuk mengetahui adanya parasit malaria.
Perubahan visual/masalah penghiliatan
Hormonal dapat menyebabkan perubahan pada ibu hamil. Tanda tidak normal apabila perubahan visual terjadi secara mendadak, berupa pandangan kabur atau berbayang, dapat disertai sakit kepala hebat dan dapat tanda pre-eklampsia.
Periksa tekanan darah, protein urine, refleks dan edema.
Nyeri abdomen hebat
1.      Normal apabila         terjadi pada kehamilan matur, nyeri terasa dari punggung belakang dan semakin lama semakin sering.
2.      Tidak normal apabila terjadi nyeri hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat.
3.      Hal ini dapat merupakan tanda appendikcitis, KET, aborsi, PID, persalianan pre-term, gastritis, penyakit kantung empedu, uterus iritable, solusio plasenta, ISK
     1.      Tanyakan pada ibu karakteristik nyeri, kapan terjadi, seberapa hebat, kapan mulai dirasakan.
     2.      Tanyakan tanda/gejala lain yang dapat membantu menegangkan diagnosa, seperti muntah, diare, demam, ukur tekanan darah, suhu, nadi, dan periksa protein urine.
Bengkak muka dan tangan
1.      Normal apabila muncul pada kaki dan hilang dengan beristirahat (kaki ditinggikan)
2.      Tidak normal apabila muncul pada muka, dan tangan, tidak hilang dengan beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik lain. Dapat merupakan tanda anemia, gagal jantung dan pre-eklampsia.
1.      Tanyakan pada ibu apakah ia mengalami sakit kepala hebat atau masalah visual.
2.      Ukurn tekanan darah, dan peotein urine.
3.      Periksa Hb ibu atau warna kongjungtiva/telapak tangan, dan
4.      Tanyakan tentang tanda/ gejalalain seperti anemia.



 

Gerakan janin tidak seperti biasanya








Gerakan janin mulai dirasakan pada bula ke 5 atau ke 6. Jika bayi tidur gerakan akan melemah. Bayi bergerak minimal 3 kali dalam 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa sakit jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.


Jika bayi sebelumnya bergerak dan sekarang TIDAK bergerak, tanyakan:
     1.      Kapan terakhir bayi bergerak, raba gerakan bayi, dengarkan DJJ.









DAFTAR PUSTAKA
Tim Asuhan Kebidanan Kehamilan. 2016. Petunjuk Praktium Asuhan Kebidanan Kehamilan
Pusdiknakes : WHO: JHPIEGO. 2001. Buku asuhan antenatal.