Sabtu, 01 April 2017

materi KB (keluarga Berencana) Kebidanan


KONSEP DASAR KB

  • Suatu upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum dan moral Pancasila untuk kesejahteraan keluarga (Ritonga, 2003 : 87).
  • Tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-obketif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kehamilan dalam hubungan dengan umur suami istri, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga (WHO/Expert Committe, 1970)

TUJUAN UMUM KB

  • Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadu dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia

TUJUAN KHUSUS KB

  • Pengaturan kelahiran
  • Pendewasaan usia perkawinan
  • Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
  • Mencegah kehamilan karena alasan pribadi.
  • Menjarangkan kehamilan
  • Membatasai jumlah anak

MANFAAT KB BAGI IBU

  • Perbaikan kesehatan
  • Peningkatan kesehatan
  • Waktu yang cukup untuk mengasuh anak
  • Waktu yang cukup untuk istirahat
  • Menikmati waktu luang
  • Dapat melakukan kegiatan lain.

MANFAAT KB BAGI ANAK

  • Dapat tumbuh dengan wajar dan sehat
  • Memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup
  • Perencanaan kesempatan pendidikan lebih baik.

MANFAAT KB UNTUK KELUARGA

  • Meningkatkan kesejahteraan keluarga
  • Harmonisasi keluarga lebih terjaga.

KONTRASEPSI

  • Upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan
  • Bersifat sementara dan Permanen


KONTRASEPSI ALAMIAH

  • Kalender (Pantang Berkala)
  • Coitus Interuptus (Senggama Terputus)
  • Lendir Servic
  • Suhu Basal

Kalender/ Pantang Berkala

  • Cara/metode kontrasepsi sederhana yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama atau hubungan seksual pada masa subur/ovulasi.
  • Efektif bila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari.

Coitus Interuptus (Senggama Terputus)

  • Metode keluarga berencana tradisional, pria mengeluarkan penis dari vagina sebelum mencapai ejakulasi.
  • Efektifitas bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan senggama terputus setiap melaksanakannya (angka kegagalan 4 – 18 kehamilan per 100 perempuan per tahun).
  • Efektifitas akan jauh menurun apabila sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis.
  • Memutus kenikmatan dalam berhubungan seksual.

Lendir Servic

  • Mengenali masa subur dari siklus menstruasi dengan mengamati lendir serviks dan perubahan rasa pada vulva menjelang hari-hari ovulasi.
  • Harus mengenali pola kesuburan dan pola dasar ketidaksuburan.
  • Selama hari-hari kering (tidak ada lendir) setelah menstruasi, senggama tergolong aman pada dua hari setelah menstruasi.
  • Lendir basah, jernih, licin dan elastis menunjukkan masa subur (pantang bersenggama). Lendir kental, keruh, kekuningan dan lengket menunjukkan masa tidak subur.

Suhu Basal

  • Pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi.
  • Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur, ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.
  • Saat ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius.

KONTRASEPSI TIDAK EFEKTIF

  • Kondom
  • Krim Jelly
  • Tisu KB


Kondom

  • Selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan.
  • Terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang digulung berbentuk rata.
  • Standar kondom dilihat dari ketebalannya, yaitu 0,02 mm.
  • Indikasi atau manfaat kontrasepsi kondom terbagi dua, yaitu manfaat secara kontrasepsi dan non kontrasepsi.
  • Tingkat efektifitas tergantung pada pemakaian kondom yang benar.

Krim Jelly

  • Merupakan alat kontrasepsi sederhana yang mengandung zat  kimia untuk membunuh sperma.
  • Dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 
  • Bentuk spermisida bermacam-macam, antara lain: aerosol (busa), krim dan jeli, suppositoria.


KONTRASEPASI EFEKTIF

  • Pil KB
  • Suntik KB
  • Implant
  • IUD

Pil KB

  • Obat pencegah kehamilan yang diminum (mengandung hormon progestin/ kombinasi estrogen).
  • Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya.
  • Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat pada sebelah kepala).
  • Penggunaan maksimal 5 tahun.

Suntik KB

  • Adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. 
  • Persyaratan sama dengan pemakai pil, begitu pula bagi orang yang tidak boleh memakai suntikan KB, termasuk penggunaan cara KB hormonal selama maksimal 5 tahun.

Implant

  • Alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit lengan atas sebelah dalam berbentuk kapsul silastik (lentur) panjangnya sedikit lebih pendek dan pada batang korek api dan dalam setiap batang mengandung hormon levonorgestrel yang dapat mencegah terjadinya kehamilan.

IUD

  • Adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim.
  • Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii.
  • Harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu.
  • Merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. 
  • Nama populernya adalah spiral.

Kontra Indikasi IUD

  • Belum pernah melahirkan
  • Adanya perkiraan hamil
  • Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.
  • Perdarahan vagina yang tidak diketahui
  • Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis).
  • Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septic.
  • Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri.
  • Penyakit trofoblas yang ganas.
  • Diketahui menderita TBC pelvic.
  • Kanker alat genital.
  • Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

KONTRASEPSI PERMANEN

  • Tubektomi
  • Vasektomi

Tubektomi

  • Metode kontrasepsi bedah wanita permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan).
  • Kedua saluran tuba falopi yang menghubungkan ovarium dan rahim (uterus) tersebut dipotong dan ujung-ujungnya ditutup dengan cincin atau dibakar (kauter). 
  • Metode lain yang tidak melakukan pemotongan adalah dengan mengikat atau menjepit saluran tuba falopi (tubal ring/tubal clip). 
  • Tidak dapat melindungi  dari infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS.


Vasektomi

  • Kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. 
  • vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar.
  • Operasi tidak efektif dengan segera. Pasien diharuskan memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi seksual menular termasuk HIV.